Senin, 23 Oktober 2017

Kenakalan Remaja

MACAM – MACAM JENIS KENAKALAN REMAJA

Terdapat berbagai macam bentuk atau jenis kenakalan yang dilakukan oleh para remaja. Apalagi memasuki era yang serba modern ini, dengan berbagai budaya luar yang masuk dan mempengaruhi pola hidup remaja Indonesia. Sebagian kecil contoh-contoh kenakalan remaja tersebut ialah :

Penggunaan narkobaMinum minuman kerasPerjudianSeks bebasPenganiayaanBolos sekolahPerkelahian atau tawuranPenipuanPemerasanPencurianBalapan liarPembunuhan dengan latar belakang geng/kelompok

C. PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

Terdapat dua faktor yang menyebabkan seorang remaja terpengaruh dan ikut bagian dalam berbuat kenakalan, yaitu internal (diri sendiri), dan eksternal (lingkungan).

1. Faktor Internal

a. Krisis Identitas

Idealnya, seorang remaja akan selalu mencari jati diri di dalam lingkungannya saat ia beranjak remaja sebelum ia masuk ke usia dewasa. Oleh karena itu, dalam mencari jati diri ini, seringkali remaja jatuh ke dalam krisis identitas yang membuat mereka terdorong untuk melakukan tindakan criminal

b. Kontrol Diri yang Lemah

Remaja yang tidak dapat membedakan mana perbuatan baik dan buruk akan mudah sekali terpengaruh untuk berbuat nakal. Akan tetapi, bagi remaja yang sudah dapat membedakan perbuatan baik dan buruk juga bisa terjerumus ke dalam perbuatan buruk, jika tidak dibarengi dengan control diri yang baik dari dalam batin mereka

2. Faktor Eksternal

a. Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh seseorang sejak ia lahir. Keluargalah yang seharusnya membentuk control diri yang kuat sehingga seorang remaja tidak terjerumus ke dalam kenakalan. Keluarga yang tidak harmonis seperti perceraian kedua orang tua, tidak adanya komunikasi yang baik di dalam keluarga, serta keluarg ayang selalu dirundung perselisihan, akan memicu perilaku negative pada remaja

Keluarga juga sangat berperan penting dalam melakukan edukasi dan memberikan pengetahuan agama kepada anaknya sedari lahir, sehingga pada saat mereka beranjak remaja, mereka memiliki kontrol diri yang kuat

b. Lingkungan Sosial

Selain keluarga, seseorang juga akan melakukan proses sosioligis ke lingkungan sekitar. Jika lingkungan tempat ia tinggal merupakan lingkungan yang rawan kejahatan, maka potensi seorang anak untuk melakukan tindak kejahatan juga akan semakin besar

c. Pergaulan

Pergaulan dengan teman sebaya juga wajib menjadi tanggung jawab keluarganya dalam memberikan pengatahuan kepada remaja untuk memilih teman yang baik. Teman sebaya seringkali menjadi faktor utama bagi seorang remaja untuk melakukan tindak kejahatan.

d. Pendidikan

Pendidikan sangat berguna dalam mebentuk kepribadian seseorang agar memiliki pengetahuan akan baik buruknya suatu perbuatan. Pendidikan baik harus sejak dini diajarkan oleh kedua orang tua, sebelum melanjutkan ke sekolah

e. Penggunaan Waktu Luang

Sebaiknya, remaja mempergunakan waktu luangnya dengan hal-hal yang bersifat positif, seperti membantu sesama, olahraga, menjalani hobi, dan lain sebagainya. Hal itu akan menjauhkan remaja untuk mengisi waktu luang untuk melakukan perbuatan anti normative

f. Masuknya Kebudayaan Luar

Kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan adat dan norma yang berlaku di Indonesia seharusnya harus dihindari atau bahkan tidak diikuti. Apalagi dengan perkembangan teknologi sekarang ini yang semakin dinamis, membuat seorang remaja makin meninggalkan budaya budaya aslinya.

FAKTOR – FAKTOR MUNCULNYA KENAKALAN REMAJA

Kurangnya disiplin yang diterapkan pada anakKemiskinan dan kekerasan dalam keluargaAdanya saudara atau teman sebaya yang terlebih dahulu berbuat kejahatanPerbedaan budaya yang diterimaTingginya konflik dan perilaku agresif dalam keluargaOrang tua yang tidak memberikan contoh perilaku yang baikKurangnya pengawasan terhadap anakKurangnya sosialisasi kepada anak terkait lingkungan sosial yang baik

E. PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk menekan timbulnya perilaku atau perbuatan kenakalan yang dilakukan oleh para remaja, diantaranya :

1. Usaha Preventif

Memberikan kasih saying yang cukup kepada anakMeningkatkan kesejahteraan keluargaMendirikan tempat pengembangan kreasi dan inovasi bagi remajaMengembangkan perlengkapan olahraga bagi remajaMendirikan klinik bimbingan psikologis dan edukatif guna memberikan pengetahuan terhadap tingkah laku remaja

2. Usaha Memberikan Sanksi

Memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatannyaMemberikan hukuman yang adil dan tidak tebang pilihHukuman yang diberikan seharusnya bersifat edukatif dan mendidikTidak membatasi kreativitas remaja dalam menjalani hukuman tersebutTetap memberikan pengawasan dan pendidikan

3. Usaha Kuratif

Memberikan pelatihan kepada para remaja untuk hidup teratur dan disiplinMemperbanyak program latihan peningkatan keterampilanMelakukan perubahan lingkungan tempat tinggalMemberikan fasilitas yang diperlukan untuk perkembangan jasmani dan rohaniMenghilangkan atau menekan penyebab-penyebab timbulnya kenakalan remaja  

Puisi Guruku Pahlawanku

Guruku Pahlawanku

Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia

Guru……..
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti

Guru……
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku

Pantun agama

Terang bulan terang cahaya
Cahaya memancar ketanggung jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati